Selamat datang di laman resmi IKAMEGA — Ikatan Alumni AMG, BPLMG, dan STMKG, wadah kebersamaan alumni yang bersatu, profesional, dan berdampak bagi bangsa

Dari Tangerang ke Pulau Seram: Jejak Langkah Nastiti di Ujung Timur Negeri

Nama saya Nastiti Andini, S.Tr, alumnus STMKG angkatan 2011 — angkatan pertama Program Studi Klimatologi. Tak pernah terbayang sebelumnya bahwa saya, yang lahir dan besar di kota padat seperti Tangerang, akan memulai pengabdian sebagai prakirawan iklim di tempat yang bahkan belum pernah saya dengar saat kuliah: Pulau Seram, Maluku.

Tahun 2015, setelah lulus dari pendidikan kedinasan, saya mendapatkan penempatan di Stasiun Klimatologi Maluku. Sebuah tempat yang, bisa dibilang, sangat jauh dari pusat keramaian. Dari Jakarta saya harus terbang dulu ke Bandara Pattimura, Ambon, lalu lanjut perjalanan darat sekitar 1 jam, dilanjutkan dengan menyeberang laut selama 1,5 jam.


Dari pelabuhan di Pulau Seram, masih harus menempuh perjalanan sekitar 15 menit lagi menuju kantor. Begitu tiba, saya disambut oleh hamparan sawah — karena, ya, kantor sekaligus rumah dinas kami berada di tengah persawahan, jauh dari pemukiman warga.

Awalnya saya tentu terkejut. Bukan hanya karena lokasinya yang terpencil, tapi juga karena ini adalah awal dari masa tugas yang benar-benar berbeda dari kehidupan saya sebelumnya. Namun semua keterkejutan itu tak berlangsung lama.

Saya memilih untuk menjalaninya dengan sepenuh hati. Tugas sebagai prakirawan iklim bukan sekadar pekerjaan. Ini panggilan untuk menjadi bagian dari sistem informasi iklim yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat.

Dari tempat terpencil ini, saya belajar banyak hal. Saya belajar tentang ketangguhan, adaptasi, dan komitmen. Pelan tapi pasti, semua perjuangan ini membawa hasil. Pada tahun 2018, saya mendapat kesempatan langka — terpilih sebagai peserta Young Scientist Support Program (YSSP) yang diselenggarakan oleh APEC Climate Center di Busan, Korea Selatan selama tiga bulan.

Tak hanya itu, saya juga berkesempatan menulis dan menerbitkan jurnal ilmiah internasional berjudul "Operational Soil Moisture Modeling Using a Multi-Stage Approach Based on the Generalized Complementary Principle". Jurnal ini lahir dari semangat untuk terus belajar dan berkontribusi, meski saya bertugas di pelosok Indonesia.

Kini saya percaya, pengabdian dari pelosok negeri pun bisa bergema hingga ke panggung dunia. Dan kisah ini bukan hanya milik saya. Banyak alumni lain yang juga sedang menapaki jalan pengabdian yang sunyi namun bermakna.

Untuk adik-adik taruna, sesama alumni, dan siapa pun yang tengah menjalani penugasan di daerah-daerah terpencil: percayalah, dari tempat yang jauh itu, kalian sedang menorehkan jejak besar untuk bangsa dan dunia.

0 Komentar